Cara Melindungi Anak dari Dampak Buruk Kemajuan Teknologi dan Informasi

Di masa sekarang ini, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang begitu cepat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Tanpa adanya TIK, manusia akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan manusia lainnya pada lokasi yang berjauhan. TIK ini memiliki banyak sekali peranan dan dampaknya dalam berbagai bidang, terutama pada bidang hiburan bagi anak – anak.

Teknologi yang saat ini banyak digandrungi anak – anak misalnya games, video, handphone/smartphone, internet dsb. Meskipun banyak dampak positif dari kemajuan TIK tetapi tidak disangkal juga bahwa ada dampak negatif/buruk yang dihasilkan terutama bagi perkembangan perilaku anak – anak. Salah satu dampak yang paling berbahaya adalah pornografi. Saat ini, anak – anak dapat dengan mudah mengakses hal yang mengandung pornografi dengan menggunakan smartphone tanpa sepengetahuan orang tua. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi mental dan moral generasi muda kita.

Selain pornografi, kecanduan bermain game internet juga dapat mengancam perkembangan pribadi anak – anak. Kecanduan bermain game tidak bisa dianggap sepele. Kecanduan bermain game dapat merusak pola berpikir dan perilaku yang pada akhirnya bisa membuat orang sakit jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Saat bermain game, anak – anak menjadi lupa waktu makan, berdoa dan belajar dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Maka, orang tua perlu mengawasi dan mengontrol penggunaan gadget terutama yang menyediakan akses pribadi ke Internet.

 

Beberapa saran agar dampak negatif dari TIK dapat diminimasi :

  1. Awasi anak yang masih dibawah umur ketika melakukan pembelajaran dengan TIK.
  2. Jangan menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, masih ada perpustakaan yang bisa kita kunjungi dan tempat wisata edukasi bagi anak-anak.
  3. Selain orang tua, guru juga wajib mengajarkan etika dalam menggunakan TIK sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal.
  4. Menggunakan software/aplikasi yang dirancang khusus untuk melindungi anak dari bahaya unsur pornografi.
  5. PC (Personal Computer) sebaiknya diletakkan di ruang tengah/ruang keluarga jangan di dalam kamar anak, agar orang tua dapat melakukan pengawasan terhadap anak – anaknya saat melakukan akses internet.
  6. Orang tua wajib memberikan batasan waktu kepada anak – anaknya untuk menggunakan komputer, sehingga anak menjadi disiplin dalam hal waktu dan tanggung jawab.
  7. Terakhir adalah dari pemerintah, sebagai pengendali sistem informasi diharapkan lebih peka dalam menyaring link yang dapat di akses oleh anak – anak dan seluruh masyarakat Indonesia di dunia maya.

 

TIPS :

  1. Jangan mengatakan TIDAK terhadap TIK karena TIK banyak sekali dampak positifnya dan dapat membuat kita menjadi lebih maju dan  berkembang.
  2. Bisa menggunakan aplikasi “Android-Based Parental Control Application”  pada smartphone berbasis android. Aplikasi ini menyediakan fitur pemblokiran aplikasi-internet, penjelajahan GPS, pengaturan waktu, penyembunyian icon, dan dashboard orang tua. Berbagai fitur tesebut memungkinkan orang tua memblokir situs atau aplikasi dari internet yang tidak pantas dilihat anak, melacak keberadaan anak, membatasi penggunaan gadget, mengunci gadget dari jauh.
  3. Pada PC bisa menggunakan program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.

 

Oleh karena itu perlu sekali orang tua dan anak – anak bertindak secara bijaksana dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di masa sekarang ini.

Semoga bermanfaat  🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *